Isi posting ini dikutip dari wikipedia dan blog lainnya
1. GENERASI PERTAMA (1G)
1G (atau 1-G) merujuk kepada generasi pertama dari teknologi telepon nirkabel, telekomunikasi selular. Ini adalah standar telekomunikasi analog yang diperkenalkan pada tahun 1980 dan berlanjut sampai digantikan oleh 2G telekomunikasi digital. Perbedaan utama antara dua sistem telepon mobile 1G dan 2G, adalah sinyal radio yang menggunakan jaringan 1G adalah analog, sedangkan jaringan 2G digital.
Meskipun kedua sistem menggunakan sinyal digital dapat terhubung menara radio (yang mendengarkan handset) ke seluruh sistem telepon, suara itu sendiri selama panggilan dikodekan menjadi sinyal-sinyal digital di 2G sedangkan 1G hanya dimodulasi ke frekuensi yang lebih tinggi, biasanya 150 MHz dan up.
Salah satu standar tersebut adalah NMT (Nordic Mobile Telephone), yang digunakan di negara-negara Nordik, Swiss, Belanda, Eropa Timur dan Rusia. Lainnya termasuk AMPS (Advanced Mobile Phone System) yang digunakan di Amerika Utara dan Australia, TACS (Total Access Communications System) di Inggris, C-450 di Jerman Barat, Portugal dan Afrika Selatan, Radiocom 2000 di Perancis, dan RTMI di Italia. Di Jepang ada beberapa sistem. Tiga standar, TZ-801, TZ-802, dan TZ-803 dikembangkan oleh NTT, sementara sistem bersaing dioperasikan oleh DDI menggunakan JTACS (Japan Total Access Communications System) standar.
1.1. Nordic mobile telephone (NMT)
Ada 2 macam NMT system , yaitu systems NMT 450 yang berkapasitas rendah dan NMT 900 yang berkapasitas tinggi . The Nordic mobile telephone (NMT) system dikembangkan oleh the telecommunications administrations of Sweden, Norwegia , Finlandia, dan Denmark untuk menciptakan compatible mobile telephone system di negara Nordic. pertama commercial NMT 450 cellular system tersedia di tahun 1981. karena kesuksesan NMT 450 system dan terbatasnya capacity dari original system design, the NMT 900 system version available. beberapa dari negeri menggunakan frequency bands yang berbeda atau mengurangi jumlah channels.
1.2. Advanced Mobile Phone System (AMPS)
Adalah telepon analog yang diperkenalkan di Amerika pada tahun 1983, Israel 1986, dan Australia 1987. AMPS adalah telepon analog pertama di Amerika Uara dan skitarnya pada tahun 1980 sampai 2000. Kemudian, banyak jaringan AMPS yang sebagian dikonversi ke D-AMPS, sering disebut sebagai TDMA (meskipun TDMA adalah istilah umum yang berlaku untuk sistem selular banyak). D-AMPS adalah standar, digital 2G digunakan terutama oleh AT & T Mobilitas dan US Cellular di Amerika Serikat, Rogers Wireless di Kanada, Telcel di Meksiko, Vivo SA dan Telecom Italia Mobile (TIM) di Brasil, VimpelCom di Rusia, Movilnet di Venezuela . Di Amerika Latin, AMPS tidak lagi ditawarkan dan telah digantikan oleh jaringan GSM dan UMTS baru jaringan.
1.3. Total Access Communication System (TACS) dan ETACS
Merupakan varian-usang dari AMPS yang digunakan di beberapa negara Eropa (termasuk Inggris dan Irlandia pada tahun 1983). TACS juga digunakan di Jepang di bawah nama Jepang Total Access Komunikasi (JTAC). TACS juga digunakan di Hong Kong. ETACS merupakan versi panjang TACS dengan saluran lebih.
2. GENERASI KEDUA (2G)
2G (atau 2-G) adalah singkatan dari teknologi generasi kedua
telepon seluler. Teknologi seluler ini hadir menggantikan teknologi seluler pertama, 1G yang menggunakan sistem
analog seperti AMPS (Advanced Mobile Phone System). 2G merupakan jaringan telekomunikasi selular yang diluncurkan secara komersial pada jaringan GSM standar di
Finlandia oleh Radiolinja (sekarang bagian dari Elisa) pada tahun
1991. Berbeda dengan 1G, 2G menggunakan sistem
digital. Selain melayani komunikasi suara, 2G juga dapat melayani komunikasi teks, yakni SMS.
2.1. Time Division Multiple Access (TDMA)
Cara kerja teknologi ini adalah dengan membagi alokasi
frekuensi radio berdasarkan satuan
waktu. Teknologi
TDMA dapat melayani tiga sesi peneleponan sekaligus dengan melakukan pengulangan pada irisan-irisan satuan waktu dalam satu channel radio. Jadi, sebuah channel frekuensi dapat melayani tiga sesi peneleponan pada jeda waktu yang berbeda, tetapi tetap berpola dan berkesinambungan. Dengan merangkaikan seluruh bagian waktu tersebut, maka akan terbentuk sebuah sesi
komunikasi.
2.2. Personal Digital Cellular (PDC)
PDC memiliki cara kerja yang relatif sama dengan TDMA. Perbedaannya adalah area implementasinya. TDMA lebih banyak digunakan di
Amerika Serikat, sedangkan PDC banyak diimplementasikan di
Jepang
2.3. iDEN
iDEN merupakan teknologi yang hanya digunakan di perangkat dengan merk tertentu (proprietary technology FBR). Teknologi ini merupakan milik perusahaan teknologi komunikasi terbesar di Amerika,
Motorola, yang kemudian dipopulerkan oleh perusahaan
Nextel. iDEN berbasis teknologi TDMA dengan arsitektur GSM yang bekerja pada frekuensi 800 MHz. Umumnya digunakan untuk aplikasi Private Mobile Radio (PMR) dan “Push-to-Talk”.
2.4. Digital European Cordless Telephone (DECT)
DECT yang berbasiskan
teknologi TDMA difokuskan untuk keperluan
bisnis dengan skala enterprise, bukan skala service provider yang melayani pengguna dalam jumlah yang sangat banyak. Contoh dari aplikasi teknologi ini adalah wireless PBX, dan
interkom antar telepon wireless. Ukuran sell radio yang tidak terlalu besar menyebabkan teknologi ini hanya digunakan dalam rentang yang terbatas. Meskipun demikian, teknologi DECT mengalokasikan bandwidth frekuensi yang lebar, yaitu sekitar 32 Kbps per channel. Pengalokasian bandwidth frekuensi yang lebar ini menghasilkan kualitas
suara atau
data yang lebih baik dalam format standar ISDN.
2.5. Personal Handphone Service (PHS)
PHS merupakan teknologi yang dikembangkan dan diimplementasikan di
Jepang. Teknologi ini tidak berbeda jauh dari DECT yang juga mengalokasikan 32 Kbps channel untuk menjaga kualitasnya. Teknologi ini difokuskan untuk kepentingan di dalam
lingkungan populasi tinggi sehingga coverage area FBR tidak terlalu luas. Biasanya teknologi PHS menempatkan BTS di lokasi sekitar area keramaian, seperti mall, dan perkantoran.
2.6. IS-95 CDMA (CDMAone)
CDMAone berbeda dengan teknologi 2G lainnya karena teknologi ini berbasis Code Division Multiple Access (
CDMA). Teknologi ini meningkatkan kapasitas sesi peneleponan dengan menggunakan sebuah metode pengkodean yang unik untuk setiap kanal frekuensi yang digunakannya. Dengan adanya sistem pengkodean ini, maka lalu-lintas dan alokasi waktu masing-masing sesi dapat diatur. Frekuensi yang digunakan pada teknologi ini adalah 800 MHz. Namun, terdapat varian lain yang berada di frekuensi 1900 MHz.
2.7. Global System for Mobile (GSM)
Teknologi
analog yang berkembang, semakin tidak sesuai dengan perkembangan masyarakat Eropa yang semakin dinamis, maka untuk mengatasi keterbatasannya, negara-negara
Eropa membentuk sebuah organisasi pada tahun
1982 yang bertujuan untuk menentukan standar-standar komunikasi selular yang dapat digunakan di semua negara
Eropa.
Organisasi ini dinamakan
Group Special Mobile (GSM). Organisasi ini memelopori munculnya teknologi digital selular yang kemudian dikenal dengan nama Global System for Mobile Communication atau GSM.
GSM muncul pada pertengahan
1991 dan akhirnya dijadikan standar telekomunikasi selular untuk seluruh Eropa oleh
ETSI (European Telecomunication Standard Institute). Pengoperasian GSM secara
komersil baru dapat dimulai pada awal kuartal terakhir
1992 karena GSM merupakan teknologi yang kompleks dan butuh pengkajian yang mendalam untuk bisa dijadikan standar. Pada
September 1992, standar
type approval untuk handphone disepakati dengan mempertimbangkan dan memasukkan puluhan item pengujian dalam memproduksi GSM. Pada awal pengoperasiannya, GSM telah mengantisipasi perkembangan jumlah penggunanya yang sangat pesat dan arah pelayanan per area yang tinggi, sehingga arah perkembangan teknologi GSM adalah DCS (Digital Cellular System) pada alokasi frekuensi 1800
Mhz. Dengan frekuensi tersebut, akan dicapai kapasitas pelanggan yang semakin besar per satuan sel. Selain itu, dengan luas sel yang semakin kecil akan dapat menurunkan kekuatan daya pancar handphone, sehingga bahaya
radiasi yang timbul terhadap organ kepala akan dapat di kurangi. Pemakaian GSM kemudian meluas ke
Asia dan
Amerika, termasuk
Indonesia.
Teknologi
GSM menggunakan sistem TDMA dengan alokasi kurang lebih sekitar delapan pengguna di dalam satu channel frekuensi sebesar 200 KHz per satuan waktu. Awalnya, frekuensi yang digunakan adalah 900 MHz. Pada perkembangannya
frekuensi yang digunakan adalah 1800 MHz dan 1900 MHz. Kelebihan dari GSM adalah interface yang lebih bagi para
provider maupun para penggunanya. Selain itu, kemampuan roaming antarsesama provider membuat pengguna dapat bebas berkomunikasi.
Setelah 2G, lahirlah generasi
2,5G yang merupakan pengembangan dari 2 G. 2,5G mengaktifkan layanan kecepatan tinggi transfer data melalui jaringan 2G yang ada ditingkatkan. 2,5G adalah layanan komunikasi suara, sms dan data 153 kbps. Teknologi 2,5 G yang terkenal adalah
GPRS (General Packet Radio Service) dan
EDGE (Enhanced Data for GSM Evolution).
3. Generasi Ketiga (3G)
3G merupakan sebuah standar yang ditetapkan oleh International Telecommunication Union (ITU) yang diadopsi dari IMT-2000 untuk diaplikasikan pada jaringan
telepon selular. Istilah ini umumnya digunakan mengacu kepada perkembangan
teknologi telepon
nirkabel versi ke-tiga. Generasi 3 atau
3G merupakan teknologi terbaru dalam dunia seluler. Generasi ini lebih dikenal dengan sebutan
WCDMA (Wideband - Coded Division Multiple Access). Kelebihan terletak pada kecepatan transfer data yang mencapai 384 kbps di luar ruangan dan 2 Mbps untuk aplikasi dalam ruangan. 3G menyediakan layanan
multimedia seperti
internet,
video streaming, dan lain-lain. Pengembangan dari 3G adalah 3,5 G yang memiliki kecepatan transfer data 2 mbps.
Teknologi 3G terbagi menjadi GSM dan CDMA. Teknologi 3G sering disebut dengan
Mobile broadband karena keunggulannya sebagai modem untuk internet yang dapat dibawa ke mana saja. Standar IMT-2000 menerapkan 2 macam evolusi ke 3G, yaitu:
1. Dari 2G CDMA standard IS-95 (cdmaOne) ke IMT-SC (cdma2000).
2. Dari 2G TDMA standars (GSM/IS-136) ke IMT-SC (EDGE).
Secara evolusioner teknologi 3G telah dikembangkan menjadi 3.5G melalui peningkatan kecepatan transmisi data dengan teknologi berbasis
HSDPA (High-Speed Downlink Packet Access).
4. Generasi Keempat
4G adalah singkatan dari istilah dalam
bahasa Inggris: fourth-generation technology. Istilah ini umumnya digunakan mengacu kepada pengembangan teknologi
telepon seluler. 4G merupakan pengembangan dari teknologi
3G. Nama resmi dari teknologi 4G ini menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah "3G and beyond".
Belakangan ini industri nirkabel mulai mengembangkan teknologi 4G, meskipun sebenarnya teknologi 4G ini seperti Long Term Evolution (LTE) hanya merupakan evolusi dari teknologi
3GPP dan Ultra Mobile Broadband (UMB) berasal dari
3GPP2, sehingga sulit untuk membedakan dengan jelas teknologi 3G dan 4 G. Salah satu teknologi 4G yaitu
WiMax mobile standard telah diterima oleh ITU untuk ditambahkan pada IMT-2000, sehingga teknologi baru ini masih digolongkan ke dalam keluarga 3G. International Telecommunication Union (ITU) sedang mempelajari kemampuan mobile broadband yang disebut IMT-advanced yang disebut teknologi generasi keempat (4G).
Sistem 4G akan dapat menyediakan solusi IP yang komprehensif dimana suara, data, dan arus
multimedia dapat sampai kepada pengguna kapan saja dan dimana saja, pada rata-rata data lebih tinggi dari generasi sebelumnya. Belum ada definisi formal untuk 4G. Bagaimanapun, terdapat beberapa pendapat yang ditujukan untuk 4G, yakni: 4G akan merupakan sistem berbasis IP terintegrasi penuh. Ini akan dicapai setelah teknologi kabel dan nirkabel dapat dikonversikan dan mampu menghasilkan kecepatan 100Mb/detik dan 1Gb/detik baik dalam maupun luar ruang dengan kualitas premium dan keamanan tinggi. 4G akan menawarkan segala jenis layanan dengan harga yang terjangkau. Setiap handset 4G akan langsung mempunyai nomor IP v6 dilengkapi dengan kemampuan untuk berinteraksi
internet telephony yang berbasis Session Initiation Protocol (SIP). Semua jenis
radio transmisi seperti
GSM,
TDMA,
EDGE,
CDMA 2G, 2.5G akan dapat digunakan, dan dapat berintegrasi dengan mudah dengan radio yang di operasikan tanpa lisensi seperti IEEE 802.11 di frekuensi 2.4GHz & 5-5.8Ghz,
bluetooth dan
selular. Integrasi voice dan data dalam channel yang sama. Integrasi voice dan data aplikasi SIP-enabled. kecepatan data berbasis 802.11b (11 mbps) bahkan 802.11g (54 mbps) dan untuk masa depan 802.11n (115 mbps).